Teman dan Keuangan

Teman dan Keuangan

Rasanya kok pegang uang gak bisa lama-lama ya? Tiba-tiba abiss aja. Baru aja kemarin gajian, sekarang cuma segini, kemana perginya duit saya?

Kalau kamu merasa tidak bisa mengatur keuangan, mungkin kesalahan bukan pada televisi kamu, tapi di teman kamu. Kok bisa? (Emang paling enak sih cari kambing hitam, ups)

Jangan salah. Kebiasaan dan perilaku kita dibentuk oleh lingkungan. Apalagi kalau kamu termasuk generasi milenial atau kids jaman now yang terpapar banyak sekali pengaruh terutama dari media sosial. Berdasarkan polling yang diadakan oleh American Institute of CPA (AICPA) tahun 2013 kepada responden berusia 25-34 tahun, tiga perempatnya atau sekitar 78% terpengaruh kebiasaan keuangan dari teman. Enam puluh enam persen (66%) ingin bertempat tinggal dimana teman-teman mereka tinggal, dan 64% mengatakan hal yang sama soal pakaian. Dan hampir dua per tiga mengalami tekanan pergaulan soal tempat makan kekinian dan gadget yang dimiliki.

Tingginya angka tersebut menunjukkan bahwa terkadang nggak penting banyaknya informasi yang mengatakan apa bahayanya tidak berinvestasi atau menabung atau memikirkan keuangan untuk masa depan, namun tekanan pergaulanlah yang banyak berperan. Sedihnya lagi hanya 23% generasi milenial yang aktif mempersiapkan masa pensiun mulai saat ini, berdasarkan riset dari Insured Retirement Institute (IRI) dan The Center for Generational Kinetics (CGK) ke generasi milenial di Amerika Serikat tahun 2015. Jadi, salahin temen-temen kamu kalo kamu belum punya investasi!

Persiapan pensiun sangat penting dilakukan mulai sekarang, karena saat pensiun dan usia sudah nggak muda lagi, pemasukan akan berhenti saat kamu diberhentikan dari perusahaan tempat kamu bekerja. Angka harapan hidup yang terus bertambah, jumlah anak yang kian sedikit di setiap keluarga dibandingkan generasi yang lalu dan inflasi serta kehidupan yang semakin menantang pun akan membuat kehidupan semasa pensiun menjadi lebih sulit. Pengetahuan tentang bagaimana menyiapkan dana pensiun juga penting, jangan sampai kamu salah invest bahkan terjerumus ke investasi bodong.

Itu baru tentang pensiun. Belum lagi  dana darurat, asuransi, manajemen utang dan lain-lain. Kebayang kan kalau belum mikirin itu semua, tapi karena tekanan pergaulan malah jadinya boros. Hampir setiap minggu bahkan setiap hari ada ajakan ngopi-ngopi cantik, makan bareng di resto yang cukup menguras kantong, jalan ke mall dikit terpengaruh untuk belanja baju, dst. Trus gimana, adakah yang bisa dilakukan supaya teman-teman tidak berpengaruh buruk ke keuangan kita?

Jadilah Pemimpin/Si Pembawa Pengaruh

Dalam sebuah lingkup pertemanan, selalu ada yang “berperan” sebagai pemimpin dan pengikut. Mungkin dalam kondisi biasa kamu bukanlah pengikut, namun ketika dalam lingkup pertemanan ada orang yang cukup berpengaruh dan bisa “menyetir” grup, kamu otomatis akan jadi pengikut.

Kalau kamu adalah orang yang dominan dan cenderung menjadi pemimpin, kamu bisa diuntungkan karena teman-teman kamu justru mengikuti keputusan kamu. Kamu bisa menjadi pengaruh positif bagi mereka. Dalam hal keuangan pun kamu bisa loh menyebarkan kesadaran pentingnya merencanakan keuangan baik untuk saat ini maupun masa depan.

 

Belajar Mengatakan Tidak

Bila sulit untuk menjadi pemimpin/pembawa pengaruh, kamu bisa coba cara yang satu ini. Selalu mengatakan ya atau menyetujui apapun yang diputuskan dalam grup pertemanan padahal dalam hati kamu nggak setuju adalah tanda bahwa kamu sudah terpengaruh oleh tekanan pergaulan. Mengatakan “tidak” butuh keberanian, apalagi bila selama ini peran kamu adalah sebagai pengikut.

Belajar untuk bilang “tidak”, tapi tentu dengan cara yang diperhalus. Seperti mengungkapkan alasan mengapa kamu tidak setuju, atau mengemukakan alternatif lain.

 

Pilih Teman-teman yang Tepat

Siapa bilang nggak perlu pilih-pilih pergaulan? Tentu saja perlu. Sebuah riset tahun 2013 yang  dipublikasikan di Pshychological Science menyebutkan bahwa ketika seseorang sulit menahan dirinya terhadap godaan, ia cenderung mencari orang lain yang lebih disiplin untuk menguatkan pertahanan dirinya.

Nah jadi ternyata kamu butuh teman yang tepat: yaitu orang-orang yang disiplin terhadap keuangan pribadi, apalagi jika kamu nggak disiplin soal mengatur keuangan. Kamu dan teman-teman bisa saling mengingatkan, atau bisa juga dengan mengamati gimana teman-teman kamu yang lebih disiplin memperlakukan uangnya atau saling berbagi tips cara mengatur keuangan.

Semoga bermanfaat!

By | 2018-03-07T21:37:02+00:00 February 15th, 2018|Categories: Cashflow, Keuangan Pribadi, Tips Keuangan|0 Comments

About the Author:

Annissa Sagita yang akrab dipanggil nengNisye saat ini adalah Perencana Keuangan/Associate Financial Advisor di Aidil Akbar Madjid & Associates (AAM & Associates). Meraih gelar S1 Teknik Elektro di Universitas Brawijaya, kini menemukan passionnya di bidang financial planning. Selain aktif menangani klien, mengajar kelas perencanaan keuangan dan menjadi narasumber di media, hobi menulisnya pun dituangkan melalui web ini.

Leave A Comment

This Is A Custom Widget

This Sliding Bar can be switched on or off in theme options, and can take any widget you throw at it or even fill it with your custom HTML Code. Its perfect for grabbing the attention of your viewers. Choose between 1, 2, 3 or 4 columns, set the background color, widget divider color, activate transparency, a top border or fully disable it on desktop and mobile.

This Is A Custom Widget

This Sliding Bar can be switched on or off in theme options, and can take any widget you throw at it or even fill it with your custom HTML Code. Its perfect for grabbing the attention of your viewers. Choose between 1, 2, 3 or 4 columns, set the background color, widget divider color, activate transparency, a top border or fully disable it on desktop and mobile.