[Tanya] Saya Punya Tabungan Rp 50 Juta, Bagusnya Investasi di Mana?

/, Konsultasi/[Tanya] Saya Punya Tabungan Rp 50 Juta, Bagusnya Investasi di Mana?

[Tanya] Saya Punya Tabungan Rp 50 Juta, Bagusnya Investasi di Mana?


Investasi di mana?Pertanyaan yang paling sering ditanyakan selain
pertanyaan ini (klik untuk membaca artikel) mengenai investasi adalah kemana harus berinvestasi dengan dana menganggur yang sekarang sedang dimiliki. Beberapa waktu yang lalu ada seorang rekan yang meng-update statusnya di Facebook dengan pertanyaan sejenis, hanya beda di nominalnya. Bermacam-macam jawaban yang diperolehnya di kolom komentar. Ada yang menyarankan untuk investasi di reksadana, ada yang menyarankan beli asuransi jiwa, ada juga yang menyarankan untuk beli asuransi pendidikan dan bahkan banyak juga yang tidak lupa menyelipkan pesan sponsor: beli asuransinya di saya ya! 😀

 

Mungkin Anda punya pertanyaan sejenis? Hanya tinggal mengganti saja nominalnya, ada juga beberapa orang yang langsung bertanya lebih baik investasi di produk A atau produk B. Intinya pertanyaan ini sama saja. Anda punya uang, mau ditaruh di produk investasi apa.

 

Kebetulan beberapa hari yang lalu saya diinterview oleh sebuah media cetak yang meminta saya untuk mengelompokkan investasi berdasarkan nominal. Misalnya, range 10-50 juta bagusnya investasi di A, range 10-50 juta bagusnya investasi di B, dst. Nah lho. Masalahnya begini. Menentukan harus investasi di mana, sama sekali tidak tergantung dari berapa jumlah yang ada saat ini. Bukan dari nominalnya. 

 

Seorang perencana keuangan independen yang qualified harus mempertimbangkan banyak faktor sebelum merekomendasikan produk investasi kepada satu individu atau keluarga. Dari satu orang saja banyak faktor, bagaimana dengan beratus-ratus atau bahkan berpuluh ribu orang yang membaca media cetak tersebut? Tentu saja akan sangat berbeda bukan? Seseorang yang belum menikah tentu berbeda kondisi keuangan, tujuan keuangan dan profil resikonya dengan seseorang yang mendekati pensiun.

 

 

Bagaimana cara menentukan investasi yang bagus untuk kita masing-masing? Ada beberapa pertanyaan yang bisa Anda ajukan ke diri sendiri untuk menentukan seperti apa investasi yang Anda cari.

  1. Kenapa Anda bisa punya uang “nganggur”/tabungan dengan jumlah yang Anda tanyakan tadi? Akan digunakan untuk apa (tadinya) uang itu?
  2. Apakah Anda sudah mengetahui resiko-resiko investasi yang Anda sebut tadi? Seberapa banyak Anda bisa “tahan” kehilangan uang Anda? Dua puluh persen, 30%, atau lebih dari itu?
  3. Sudahkah Anda punya dana darurat? Asuransi yang sesuai kebutuhan? Sudahkah hutang konsumtif Anda lunas? Bisakah Anda mengatur cashflow Anda tanpa nombok setiap bulannya?
  4. Berapa lama Anda ingin menggunakan uang yang diinvestasikan tersebut, dan untuk apa?

 

Kalau sudah bisa menjawab semuanya, bagus! Berarti sudah saatnya Anda melakukan riset produk-produk investasi yang ada di pasaran. Jangan malas! Riset ini harus Anda lakukan sendiri kecuali Anda membayar jasa perencana keuangan independen yang akan melakukan risetnya untuk Anda. Riset butuh ilmu, waktu, tenaga untuk mengumpulkan data. Bagaimana cara risetnya? Akan dibahas di artikel lain. Happy planning!  

 

By | 2016-02-10T18:13:23+00:00 February 10th, 2016|Categories: Cara Investasi, Konsultasi|2 Comments

About the Author:

Annissa Sagita yang akrab dipanggil nengNisye saat ini adalah Perencana Keuangan/Associate Financial Advisor di Aidil Akbar Madjid & Associates (AAM & Associates). Meraih gelar S1 Teknik Elektro di Universitas Brawijaya, kini menemukan passionnya di bidang financial planning. Selain aktif menangani klien, mengajar kelas perencanaan keuangan dan menjadi narasumber di media, hobi menulisnya pun dituangkan melalui web ini.

2 Comments

  1. laode hidayatullah April 25, 2016 at 10:36 am - Reply

    Kalau mau jadi financial planner, bgusnya kuliah S2 ambil jurusan apa yah? Atau ada sekolah khususnya gak?
    Sy pengen jdi konsultan keuangan. Mohon infonya.. Terima ksih..

    • nengnisye July 28, 2016 at 2:37 pm - Reply

      Halo mas Laode, untuk jadi financial planner bisa dari jurusan kuliah apa saja, namun harus minimal S1 dan mengambil pendidikan di IARFC (International Association of Registered Financial Consultants) Indonesia. Kelas di IARFC diadakan setiap beberapa bulan sekali, kelas terdekat diadakan tanggal 6 Agustus 2016. Info lengkap akan saya kirimkan via email.
      Terimakasih.

Leave A Comment

This Is A Custom Widget

This Sliding Bar can be switched on or off in theme options, and can take any widget you throw at it or even fill it with your custom HTML Code. Its perfect for grabbing the attention of your viewers. Choose between 1, 2, 3 or 4 columns, set the background color, widget divider color, activate transparency, a top border or fully disable it on desktop and mobile.

This Is A Custom Widget

This Sliding Bar can be switched on or off in theme options, and can take any widget you throw at it or even fill it with your custom HTML Code. Its perfect for grabbing the attention of your viewers. Choose between 1, 2, 3 or 4 columns, set the background color, widget divider color, activate transparency, a top border or fully disable it on desktop and mobile.