Setelah Mencatat Keuangan, Lalu Apa?

//Setelah Mencatat Keuangan, Lalu Apa?

Setelah Mencatat Keuangan, Lalu Apa?

Mencatat setiap kali ada pengeluaran, bisa jadi cara yang cukup efektif untuk mengetahui berapa total besar pengeluaran dan tentu saja pengeluaran apa saja yang membuat keuangan kamu “bocor halus” (atau malah bocor banget? :D). Kekurangannya adalah, mencatat pengeluaran satu-per satu, duh rasanya repot banget! Kalau sudah rutin pun dan sudah bisa lihat rekap pengeluaran sebulan, lalu apa?

Banyak klien saya yang punya catatan pengeluaran, tapi hanya bertahan maksimal 3 bulan saja. Itupun udah tergolong rajin dan teratur banget. Tapi tahukah kamu, mencatat pengeluaran sebetulnya ngga perlu terus dilakukan rutin hingga berbulan-bulan bahkan setahun! Pengeluaran selama sebulan saja sudah cukup memberikan data pengeluaran yang bisa diolah, dengan catatan tidak ada “hal khusus” di bulan tersebut ya. Misalnya, mudik lebaran, atau liburan, atau ada musibah yang membuat cashflow bulan itu jadi berantakan.

Jadi, cukup mencatat pengeluaran selama sebulan? Iya, betul. Sebulan saja sudah cukup.

Dari data pengeluaran 1 bulan, nggak cuma angka tapi bisa terbaca kebiasaan kamu soal keuangan. Misalnya, jika dalam seminggu/sebulan itu lagi banyak meeting di luar kantor, kamu cenderung tergoda untuk membeli makan di luar setelah meeting daripada beli makan di warteg dekat rumah/kost. Atau bahwa ternyata dari 7x pesan kopi susu online, 5x-nya adalah dari ajakan teman, padahal kamu lagi nggak pingin-pingin banget. Atau ketika musim hujan, pengeluaran transportasi kamu cenderung lebih tinggi karena kamu lebih memilih untuk naik taksi/taksi online daripada ojek online. Dan juga pastinya soal angka, apakah antara pengeluaran dan pemasukan kamu besar pasak daripada tiang?

Lalu setelah mengantongi data pengeluaran, apa yang harus dilakukan?

  1. Jumlahkan total pengeluaran per pos. Ketika datang gaji bulan depan, langsung alokasikan sesuai penggunaan. Contoh, ternyata di bulan lalu pengeluaran total transportasi kamu dengan ojek online sebesar Rp600.000. Di awal bulan, langsung saja isi deposit kamu sebesar Rp600.000, jadi kamu nggak usah bolak-balik isi sedikit-sedikit. Kuatkan hatimu untuk tidak berniat mengisi deposit lagi hingga akhir bulan.
  2. Level up the game! Oke jadi budget transport kamu Rp600.000. Berani isi cuma Rp 550.000? Sisanya langsung kamu masukkin ke rekening tabungan/dana darurat terpisah yang nggak bisa kamu ambil-ambil di tengah jalan kecuali keadaan darurat. Lakukan hal yang sama dengan pos yang lain, misalnya pos belanja supermarket bulanan, dan lain-lain.
  3. Investasi! Mulai baca-baca, cari informasi, analisa, dan mulai coba-coba. Jangan lupa mengitung berapa investasi yang diperlukan hingga kamu mencapai tujuan keuanganmu.
  4. Konsisten. Konsisten dan disiplin dengan anggaran kamu, supaya dana darurat cepat tercukupi, tujuan keuangan juga cepat tercapai.

Gimana, udah ngga bingung lagi kan harus diapain data keuangan kamu habis dicatat? 😉

Selamat mencoba!

 

 

By | 2019-05-10T16:37:21+00:00 May 10th, 2019|Categories: Cashflow|Tags: , |0 Comments

About the Author:

Annissa Sagita yang akrab dipanggil nengNisye saat ini adalah Perencana Keuangan/Associate Financial Advisor di Aidil Akbar Madjid & Associates (AAM & Associates). Meraih gelar S1 Teknik Elektro di Universitas Brawijaya, kini menemukan passionnya di bidang financial planning. Selain aktif menangani klien, mengajar kelas perencanaan keuangan dan menjadi narasumber di media, hobi menulisnya pun dituangkan melalui web ini.

Leave A Comment

This Is A Custom Widget

This Sliding Bar can be switched on or off in theme options, and can take any widget you throw at it or even fill it with your custom HTML Code. Its perfect for grabbing the attention of your viewers. Choose between 1, 2, 3 or 4 columns, set the background color, widget divider color, activate transparency, a top border or fully disable it on desktop and mobile.

This Is A Custom Widget

This Sliding Bar can be switched on or off in theme options, and can take any widget you throw at it or even fill it with your custom HTML Code. Its perfect for grabbing the attention of your viewers. Choose between 1, 2, 3 or 4 columns, set the background color, widget divider color, activate transparency, a top border or fully disable it on desktop and mobile.