Kesalahan Terbesar dalam Membeli Asuransi (2)

//Kesalahan Terbesar dalam Membeli Asuransi (2)

Kesalahan Terbesar dalam Membeli Asuransi (2)

Melanjutkan artikel mengenai kesalahan terbesar membeli asuransi, berikut adalah poin-poin lanjutan apa saja kesalahan terbesar nasabah dalam membeli asuransi:

4.  Membeli asuransi jiwa padahal hanya butuh asuransi kesehatan. Tidak semua orang perlu asuransi jiwa.  Kenapa?  Asuransi jiwa hanya diperlukan bagi orang-orang yang sudah memiliki tanggungan atau ada orang lain yang bergantung hidup kepadanya.   Sehingga jika seseorang meninggal, orang-orang lain yang bergantung hidup kepadanya akan menerima uang pertanggungan hingga dapat hidup mandiri.  Contohnya adalah seorang ayah yang memiliki istri dengan profesi ibu rumah tangga tanpa penghasilan dan memiliki 1 atau 2 orang anak.  Jika sang ayah meninggal, istri dan anak-anaknya harus bisa bertahan hidup hingga anak-anaknya mandiri (atau minimal hingga istri memiliki pekerjaan/penghasilan), dengan uang pertanggungan asuransi jiwa ayahnya.  Jika sang ayah tidak memiliki asuransi jiwa, maka pendidikan dan masa depan anak-anaknya akan terancam.  Sedangkan sang istri sebagai ibu rumah tangga tanpa penghasilan atau seseorang yang belum menikah atau tidak memiliki orang lain yang bergantung hidup darinya, tidak perlu memiliki asuransi jiwa.  Namun semua orang, mulai dari bayi hingga orang tua memerlukan asuransi kesehatan karena semua orang beresiko terkena sakit.

5.  Mencantumkan nama anak di bawah umur sebagai penerima manfaat asuransi.  Mayoritas orangtua mencantumkan nama anak sebagai penerima manfaat asuransi.  Namun menurut hukum di Indonesia, anak di bawah umur tidak dapat mewaris/dalam hal ini tidak dapat menerima uang pertanggungan sebagai warisan dari orangtua yang meninggal tersebut.  Yang disebut cukup umur adalah 21 tahun atau telah menikah.  Sedangkan saat membeli asuransi jiwa, kebutuhannya justru saat anak masih di bawah umur sebagai perlindungan nilai ekonomis nasabah tersebut.   Hal seringkali luput dari informasi yang harus disampaikan oleh agen asuransi.

6.  Membeli proteksi dengan tujuan investasi.  Asuransi menurut UU No.2 Tahun 1992 di Indonesia memiliki pengertian sebagai berikut:

Asuransi atau Pertanggungan adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih, dengan mana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung, dengan menerima premi asuransi, untuk memberikan penggantian kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin akan diderita tertanggung, yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti atau untuk pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan.

Dalam pengertian secara undang-undang tersebut, asuransi adalah proteksi atas kerugian, bukan sebagai produk investasi yang memberikan nilai tunai.  Sehingga penggunaan asuransi sebagai produk investasi untuk mencapai tujuan keuangan akan menyalahi pengertian UU tersebut.  Banyak nasabah salah kaprah dalam hal ini karena sudah tersebar luas pandangan di masyarakat bahwa asuransi dapat berfungsi sebagai investasi juga, misalnya persiapan dana pendidikan atau persiapan dana pensiun.  Padahal, pada produk asuransi yang diklaim dapat berfungsi sebagai investasi, hasilnya tidak akan maksimal dibandingkan dengan pemisahan produk asuransi murni dan investasi murni.

7.  Memilih produk yang mengklaim uang tidak hangus.  Banyak nasabah yang terbuai dengan pernyataan bahwa uang tidak hangus.  Padahal seringkali pernyataan tersebut tidak sesuai antara pengertian nasabah dan agen.  Nasabah mengira bahwa uang tidak hangus berarti seluruh premi yang disetorkan dapat kembali, namun tetap akan ada biaya-biaya yang “memakan” premi bahkan seperti disebutkan di artikel sebelumnya, di tahun pertama seluruh uang yang telah disetorkan hangus 100%, di tahun kedua dan seterusnya juga hangus sebagian besar.  Oleh karena itu sebagai nasabah perlu bertanya dengan detil maksud dari pernyataan yang umum disebutkan agen saat menjual produk asuransi.

 

Ingat, uang yang akan kita keluarkan sebagai calon nasabah untuk membayar premi adalah uang yang didapat dari hasil bekerja keras, tentunya kita ingin agar produk keuangan apapun yang kita beli efektif dan sesuai dengan kebutuhan kita.  Jadilah nasabah yang kritis dan cerdas sehingga alokasi penghasilan kita akan lebih maksimal untuk merencanakan masa depan dengan keuangan saat ini.

By | 2013-10-17T01:58:54+00:00 October 16th, 2013|Categories: Asuransi|0 Comments

About the Author:

Annissa Sagita yang akrab dipanggil nengNisye saat ini adalah Perencana Keuangan/Associate Financial Advisor di Aidil Akbar Madjid & Associates (AAM & Associates). Meraih gelar S1 Teknik Elektro di Universitas Brawijaya, kini menemukan passionnya di bidang financial planning. Selain aktif menangani klien, mengajar kelas perencanaan keuangan dan menjadi narasumber di media, hobi menulisnya pun dituangkan melalui web ini.

Leave A Comment

This Is A Custom Widget

This Sliding Bar can be switched on or off in theme options, and can take any widget you throw at it or even fill it with your custom HTML Code. Its perfect for grabbing the attention of your viewers. Choose between 1, 2, 3 or 4 columns, set the background color, widget divider color, activate transparency, a top border or fully disable it on desktop and mobile.

This Is A Custom Widget

This Sliding Bar can be switched on or off in theme options, and can take any widget you throw at it or even fill it with your custom HTML Code. Its perfect for grabbing the attention of your viewers. Choose between 1, 2, 3 or 4 columns, set the background color, widget divider color, activate transparency, a top border or fully disable it on desktop and mobile.