Kesalahan Orang Tua dalam Menyiapkan Dana Pendidikan Anak

//Kesalahan Orang Tua dalam Menyiapkan Dana Pendidikan Anak

Kesalahan Orang Tua dalam Menyiapkan Dana Pendidikan Anak

Sebagai orang tua, tentu Anda ingin pendidikan yang terbaik untuk putra-putri Anda bukan? Bagus sekali jika Anda sudah menyiapkannya. Namun coba cek lagi, apakah Anda melakukan kesalahan-kesalahan berikut ini?

Menyiapkan mepet

Kapan Anda butuh dana untuk biaya masuk anak sekolah? Setahun atau dua tahun lagi? Percayalah, setahun atau dua tahun sudah terlalu mepet untuk menyiapkan dana anak masuk sekolah. Dengan persiapan yang sangat mepet, umumnya orangtua terkaget-kaget ketika mengetahui betapa mahalnya biaya pendidikan saat ini, apalagi dibandingkan dengan jaman dulu saat orangtua bersekolah. Seharusnya hal ini bisa dipersiapkan sangat-sangat awal.

Seberapa awal seharusnya menyiapkan biaya pendidikan anak? Sesegera mungkin setelah anak lahir, atau pada saat kehamilan, atau bahkan saat merencanakan memiliki anak. Saat merencanakan memiliki anak dan saat kehamilan umumnya orangtua memiliki prioritas sendiri yaitu adanya biaya kesehatan dan biaya keperluan bayi. Namun saat bayi lahir, sebaiknya tidak menunda-nunda dan segera merencanakan dana pendidikan untuk anak karena memberi pendidikan yang baik/berkualitas adalah kewajiban orangtua.

Menyiapkan produk terlebih dahulu

Pertanyaan yang sangat sering diajukan klien saya (dan mungkin juga Anda) apabila ingin merencanakan pendidikan adalah: mana yang lebih baik, asuransi pendidikan atau tabungan pendidikan? Pertanyaan ini sangat wajar karena kedua produk inilah yang diketahui oleh masyarakat awam bila menyangkut pendidikan anak. Jawaban dari pertanyaan tersebut tentu saja tergantung kepada banyak kondisi, usia anak, berapa tahun lagi akan masuk sekolah, sekolah yang ingin dituju, biaya sekolahnya, dan lain sebagainya.

Kesemua komponen di atas harus ditelusuri terlebih dahulu sebelum menentukan produk keuangan apa yang harus diambil untuk menyiapkan dana pendidikan anak. Jika orangtua langsung mengambil keputusan untuk menggunakan produk keuangan tertentu,  resiko yang paling besar adalah dana yang terkumpul di produk keuangan tersebut tidak cukup untuk biaya masuk sekolah ataupun kuliah. Orangtua harus menombok sisa uangnya, bahkan setengah atau lebih dari jumlah yang diperlukan. Beberapa orang berkata, “Ah, lebih baik ada uangnya dan nombok daripada tidak ada sama sekali.” Betul sekali. Namun ketika Anda bisa menyiapkan dengan benar, tentu lebih baik uangnya cukup daripada uangnya kurang, bukan?

Satu produk untuk semua

Berbeda dengan tujuan keuangan lain contohnya: liburan, beli kendaraan, beli gadget, dan lain sebagainya, dalam penggunaannya dana pendidikan tidak digunakan sekali, namun beberapa kali/beberapa tahap. Hal ini dikarenakan karena pendidikan ada jenjangnya mulai dari pre-school atau kelompok bermain, TK, SD, SMP, SMA, kuliah, dan bahkan S2. Tergantung dari usia anak, masing-masing jenjang ini bisa ada yang merupakan tujuan jangka pendek, menengah dan panjang. Bervariasinya jangka waktu tentu saja menentukan produk keuangan yang digunakan.

Kesalahan banyak orangtua adalah menggunakan satu produk keuangan untuk semua jenjang pendidikan yang bermacam-macam jangka waktunya. Resiko yang bisa terjadi adalah uang hilang atau turunnya nilai investasi apabila menggunakan produk yang agresif untuk jangka waktu pendek, dan uang tidak cukup apabila menggunakan produk konservatif untuk jangka waktu panjang. Oleh sebab itu agak riskan apabila satu produk keuangan digunakan untuk menyiapkan seluruh dana pendidikan.

Tidak memperhitungkan rencana cadangan

Setiap orangtua tentu ingin pendidikan yang terbaik untuk anaknya. Pendidikan yang terbaik berarti sekolah yang berkualitas. Definisi berkualitas bagi beberapa orang memang berbeda, namun apabila pendidikan berkualitas berarti sekolah swasta, maka umumnya biaya yang harus dikeluarkan pun cenderung lebih tinggi.

Semakin ke depan nanti, persaingan untuk memasuki sekolah unggulan terutama negeri akan semakin ketat. Wajar jika anak dan orangtua harus bersiap untuk kemungkinan hal-hal yang kurang diinginkan, misalnya target untuk masuk sekolah negeri meleset dan harus masuk sekolah swasta. Hal ini bisa menyebabkan biaya untuk masuk sekolah membengkak. Oleh karena itu lebih baik mentargetkan tujuan untuk biaya sekolah yang lebih tinggi daripada kekurangan biaya saat masuk sekolah nanti.

Ada juga beberapa orang yang berharap bahwa biaya pendidikan nantinya akan digratiskan semua jenjang oleh pemerintah. Tidak ada salahnya untuk berharap, namun tetap saja jangan menggantungkan semua harapan tanpa ada rencana cadangan.

Menyiapkan dana pendidikan untuk anak memang menjadi prioritas, namun harus berhati-hati juga supaya tidak terjadi kesalahan-kesalahan seperti di atas. Coba cek, apabila Anda belum mempersiapkan untuk biaya kuliah anak, atau Anda hanya memiliki satu jenis produk untuk semua jenjang sekolah, tidak mencocokkan antara produk dan tujuan biaya sekolah atau memilih untuk menyiapkan biaya sekolah seminim mungkin, sudah saatnya Anda merombak rencana dana pendidikan tersebut.

Bagaimana cara mempersiapkan dana pendidikan/kuliah anak? Baca di sini.

By | 2018-03-22T15:35:50+00:00 March 14th, 2018|Categories: Keuangan Keluarga|0 Comments

About the Author:

Annissa Sagita yang akrab dipanggil nengNisye saat ini adalah Perencana Keuangan/Associate Financial Advisor di Aidil Akbar Madjid & Associates (AAM & Associates). Meraih gelar S1 Teknik Elektro di Universitas Brawijaya, kini menemukan passionnya di bidang financial planning. Selain aktif menangani klien, mengajar kelas perencanaan keuangan dan menjadi narasumber di media, hobi menulisnya pun dituangkan melalui web ini.

Leave A Comment

This Is A Custom Widget

This Sliding Bar can be switched on or off in theme options, and can take any widget you throw at it or even fill it with your custom HTML Code. Its perfect for grabbing the attention of your viewers. Choose between 1, 2, 3 or 4 columns, set the background color, widget divider color, activate transparency, a top border or fully disable it on desktop and mobile.

This Is A Custom Widget

This Sliding Bar can be switched on or off in theme options, and can take any widget you throw at it or even fill it with your custom HTML Code. Its perfect for grabbing the attention of your viewers. Choose between 1, 2, 3 or 4 columns, set the background color, widget divider color, activate transparency, a top border or fully disable it on desktop and mobile.