Jenis-jenis Reksadana

///Jenis-jenis Reksadana

Jenis-jenis Reksadana

Sebelum mengetahui jenis-jenis reksadana, pastikan sudah membaca artikel Apa itu Reksadana dan Apa itu Reksadana (2).

Semua instrumen investasi memiliki resiko, baik itu saham, obligasi, properti, bahkan logam mulia dan reksadana.  Sesuai dengan komposisi saham, obligasi dan lain-lain dalam reksadana, reksadana terbagi menjadi beberapa jenis.  Masing-masing berbeda karakteristiknya dan dapat disesuaikan dengan jangka waktu investasi dan profil resiko investor.   Pada artikel ini yang dibahas adalah reksadana konvensional.

 

  1. Reksadana pasar uang (RDPU).  Reksadana ini berinvestasi pada deposito dan efek bersifat utang yang jatuh tempo kurang dari satu tahun.  Resikonya kecil namun returnnya juga kecil.  Karena resikonya yang kecil, cocok digunakan untuk jangka waktu investasi yang pendek.   Returnnya antara 4-7%, ada juga yang mencapai 9% per tahun.
  2. Reksadana pendapatan tetap (RDPT) atau kadang disebut reksadana obligasi.  Reksadana ini berinvestasi pada obligasi swasta dan pemerintah.  Resikonya sedikit lebih tinggi daripada reksadana pasar uang.  Returnnya berkisar antara 8-12%.  Cocok digunakan untuk jangka waktu investasi pendek-menengah.
  3. Reksadana campuran (RDC).  Reksadana ini berinvestasi pada obligasi dan saham.  Umumnya komponen obligasi-saham adalah 40-60%.  Reksadana ini memiliki resiko yang cukup tinggi karena ada komposisi saham, dimana saham lebih berfluktuasi daripada obligasi.  Jika nilai saham turun, masih ada komponen obligasi yang akan “menahan” agar keseluruhan reksadana tidak turun.  Returnnya berkisar antara 12-20%.  Cocok digunakan untuk jangka waktu investasi menengah-panjang.
  4. Reksadana saham (RDS).  Sesuai dengan namanya reksadana ini memiliki komposisi investasi 80% pada saham.  Beresiko sangat tinggi karena fluktuasi harga saham.  Anda harus benar-benar mengerti resiko dan memiliki tujuan investasi yang cocok bila ingin berinvestasi di reksadana saham.  Cocok digunakan untuk jangka waktu investasi panjang.  Returnnya berkisar antara 20-25%, bahkan ada yang mencapai 50-100%.   

 

Berhati-hatilah memilih reksadana yang akan dibeli, karena setiap reksadana memiliki resiko.  Banyak orang yang “silau” dengan iming-iming return yang tinggi khususnya pada reksadana saham sehingga berbondong-bondong membeli reksadana saham tanpa menyesuaikannya dengan tujuan penggunaan dana.  Ketika pasar dalam kondisi turun sehingga saham-saham turun dan mengakibatkan reksadana saham juga ikut turun, masyarakat panik karena uang yang sudah diinvestasikan dibutuhkan dalam jangka waktu dekat. Padahal, hal ini seharusnya sudah diantisipasi lewat penentuan produk ketika akan berinvestasi.

 

Selanjutnya, langkah konkrit apa yang harus dilakukan jika ingin membeli reksadana?  Simak di artikel berikutnya.

By | 2013-12-18T10:05:21+00:00 November 2nd, 2013|Categories: Reksadana|0 Comments

About the Author:

Annissa Sagita yang akrab dipanggil nengNisye saat ini adalah Perencana Keuangan/Associate Financial Advisor di Aidil Akbar Madjid & Associates (AAM & Associates). Meraih gelar S1 Teknik Elektro di Universitas Brawijaya, kini menemukan passionnya di bidang financial planning. Selain aktif menangani klien, mengajar kelas perencanaan keuangan dan menjadi narasumber di media, hobi menulisnya pun dituangkan melalui web ini.

Leave A Comment

This Is A Custom Widget

This Sliding Bar can be switched on or off in theme options, and can take any widget you throw at it or even fill it with your custom HTML Code. Its perfect for grabbing the attention of your viewers. Choose between 1, 2, 3 or 4 columns, set the background color, widget divider color, activate transparency, a top border or fully disable it on desktop and mobile.

This Is A Custom Widget

This Sliding Bar can be switched on or off in theme options, and can take any widget you throw at it or even fill it with your custom HTML Code. Its perfect for grabbing the attention of your viewers. Choose between 1, 2, 3 or 4 columns, set the background color, widget divider color, activate transparency, a top border or fully disable it on desktop and mobile.