Cara Mengatur Keuangan untuk Kamu yang Masih Single!

/, Keuangan Pribadi/Cara Mengatur Keuangan untuk Kamu yang Masih Single!

Cara Mengatur Keuangan untuk Kamu yang Masih Single!

Kamu masih single? Eit, single di sini bukan dalam artian jomblo atau belum punya pacar yaa, tapi kamu yang belum menikah (baik punya pacar maupun tidak) ūüėÄ

 

Masih suka bingung gimana caranya mengatur keuangan? Wah sayang sekali, padahal kamu punya beberapa kelebihan dibanding mereka yang sudah berkeluarga/menikah dalam hal pengaturan keuangan. Kalau kamu single, umumnya kamu belum memiliki tanggungan: yaitu orang yang bergantung hidup sama kamu.  Hal ini berarti: kebebasan.  Kamu bebas menggunakan penghasilanmu untuk kamu sendiri, untuk apapun yang kamu mau.  Apalagi buat kamu yang baru bekerja untuk pertama kalinya, tentu ada rasa bangga bahwa sudah mandiri dan tidak bergantung orang lain lagi.  Kebebasan ini harus dikelola dengan baik agar penghasilan yang kamu miliki tidak hanya habis tak bersisa setiap bulannya, tapi juga bisa menjadi aset dan bisa membuat kamu mencapai impian-impian kamu.

 

Sebelum kita bicara impian, investasi dan kawan-kawannya, yuk pastikan kamu tau bagaimana cara mengatur keuangan dan ke pos-pos mana (seharusnya) gaji/penghasilan kamu pergi.

  1. Tabungan/investasi. Pos ini paling penting, dan memang seharusnya saat kamu terima gaji/penghasilan, ke pos inilah pertama kali “pengeluaran” kamu dialokasikan. Berapa jumlahnya?¬†MINIMAL 10% dari gaji kamu untuk masuk ke pos tabungan dana darurat. Apa itu dana darurat? Jawabannya ada di artikel ini. Minimal 10%, selebihnya tergantung dari impian dan tujuan keuangan kamu.
  2. Sedekah/perpuluhan/sosial. Ini adalah kesadaran dari kamu untuk berbagi. Bagi yang muslim ada hak orang-orang  yang tidak mampu dalam harta kamu sebesar 2,5%. Bagi yang nasrani 10%. Ini bisa kamu salurkan ke tempat ibadah masing-masing atau ke lembaga yang legal dan kamu percayai.
  3. Hutang/cicilan. Kalau kamu punya hutang, misalnya membeli kendaraan dengan kredit, membeli gadget dengan cicilan 0%, atau kamu pakai kartu kredit di bulan lalu, ini termasuk pos kedua terpenting yang harus dibayar. Punya hutang ke teman? Lunasin dong ūüôā Total hutang/cicilan bulanan kamu seharusmya tidak lebih dari 30% per bulan.
  4. Kebutuhan bulanan.  Bayar kos, belanja makanan, toilettries (sabun shampoo dkk), ongkos transportasi/bensin tol parkir, langganan internet dan lain sebagainya. Kalau kamu masih tinggal bersama orangtua, tidak ada salahnya untuk memberikan sebagian gaji kamu untuk orangtua atau tawarkan untuk membantu biaya operasional rumah seperti: listrik, asisten rumah tangga, internet/tv kabel dan lain-lain, semampu kamu. Orangtuamu pasti senang, tapi seandainya mereka menolak, sekali-sekali kamu bisa ajak mereka makan di luar atau ajak berbelanja atau kamu bisa berikan mereka uang cash untuk mereka gunakan sebebasnya.
  5. Bersenang-senang. Poin ini disebutkan paling akhir, tapi biasanya menjadi biang kerok kenapa gaji/penghasilan kamu sepertinya nggak (pernah) cukup. Oke coba cek. Dalam seminggu seberapa sering kamu pergi ke mall? Atau nongkrong2 di coffee shop? Atau belanja-belanja barang2 yang sebetulnya tidak kamu perlukan/tidak urgent? Kamu tetap perlu bersenang-senang, menikmati hidup dan kerja kerasmu, tapi ingat bahwa kamu juga perlu untuk menyenangkan dirimu di masa depan (berinvestasi).

 

Poin 4 dan 5 tidak ada standar pastinya berapa persen, karena kebutuhan setiap orang pastinya berbeda-beda. Namun, kedua poin ini bisa banget kamu tekan sehingga tidak menjadi sumber pemborosan. Contohnya, kamu bisa cari alternatif transport yang paling murah untuk pulang-pergi kantor, misalnya daripada naik kendaraan pribadi (yang harus mengeluarkan bensin dan biaya parkir), kamu bisa naik bus/kereta atau ojek/taksi online. Bahkan ada taksi online yang bisa membagi ongkosnya jika kamu naik bersama dengan teman yang searah. Untuk hiburan misalnya kamu ingin nonton bioskop dan jika kamu tinggal di Jakarta, harga tiketnya beragam. Kamu bisa pilih bioskop dengan tiket yang tidak terlalu mahal dengan kualitas yang sama. Toh kan filmya sama saja. Kamu juga bisa menggunakan alat pembayaran pra bayar (yang sekarang sudah banyak jenisnya) yang memberikan diskon-diskon tertentu di merchant yang kamu sukai.

 

Sulitkah mengatur keuangan untuk single? Iya, sulit ūüėÄ Sulit jika kamu tidak punya tujuan keuangan/tidak memiliki visi akan jadi “apa” uang kamu nantinya. Jadi, tetapkan tujuan keuangan kamu dan selamat mengatur keuangan!

 

image credit: here

By | 2017-02-01T10:13:18+00:00 February 8th, 2017|Categories: Cashflow, Keuangan Pribadi|Tags: |0 Comments

About the Author:

Annissa Sagita yang akrab dipanggil nengNisye saat ini adalah Perencana Keuangan/Associate Financial Advisor di Aidil Akbar Madjid & Associates (AAM & Associates). Meraih gelar S1 Teknik Elektro di Universitas Brawijaya, kini menemukan passionnya di bidang financial planning. Selain aktif menangani klien, mengajar kelas perencanaan keuangan dan menjadi narasumber di media, hobi menulisnya pun dituangkan melalui web ini.

Leave A Comment

This Is A Custom Widget

This Sliding Bar can be switched on or off in theme options, and can take any widget you throw at it or even fill it with your custom HTML Code. Its perfect for grabbing the attention of your viewers. Choose between 1, 2, 3 or 4 columns, set the background color, widget divider color, activate transparency, a top border or fully disable it on desktop and mobile.

This Is A Custom Widget

This Sliding Bar can be switched on or off in theme options, and can take any widget you throw at it or even fill it with your custom HTML Code. Its perfect for grabbing the attention of your viewers. Choose between 1, 2, 3 or 4 columns, set the background color, widget divider color, activate transparency, a top border or fully disable it on desktop and mobile.