Cara Memilih Asuransi yang Cocok

//Cara Memilih Asuransi yang Cocok

Cara Memilih Asuransi yang Cocok

Bagaimana memilih asuransi yang cocok?  Dengan banyaknya pilihan brand, jenis produk dan banyaknya agen yang menawarkan tentu saja semakin membingungkan masyarakat.

Memilih asuransi/proteksi harus berdasarkan kebutuhan.  Asuransi melindungi diri kita dari resiko yang mungkin terjadi yang dapat menyebabkan kerugian ekonomi baik untuk diri sendiri maupun keluarga.  Misalnya resiko sakit yang harus dirawat di rumah sakit, jika tidak ada dana darurat dan tidak memiliki asuransi/perlindungan asuransi yang ada tidak memadai, besar kemungkinan harus berhutang untuk menutupi biaya rumah sakit.  Ada juga resiko kecelakaan, baik kecelakaan lalu lintas/transportasi ataupun kecelakaan di tempat kerja.  Asuransi jiwa, melindungi keluarga yang ditinggalkan dari resiko kehilangan sumber pendapatan.

Yang perlu diperhatikan dalam memilih produk asuransi, sesuaikanlah dengan kebutuhan.  Penting untuk mengetahui kebutuhan kita seperti apa untuk menghindari membeli asuransi yang tidak kita perlukan, bahkan kelebihan asuransi (over-insured).

1.  Cek fasilitas kesehatan dari tempat kita bekerja.  Beberapa perusahaan besar memberikan fasilitas asuransi yang bagus, ada juga yang mengasuransikan keluarga karyawan sehingga karyawannya dapat bekerja tanpa kuatir.  Namun banyak juga perusahaan yang memberi fasilitas seadanya, bahkan tidak memberikan asuransi.  Hal ini harus menjadi perhatian sehingga kita dapat mengetahui apakah perlu membeli asuransi tambahan atau tidak.

2.  Resiko apa saja yang mungkin terjadi pada kita?  Ingat artikel lalu, semua orang membutuhkan asuransi kesehatan, namun tidak semua orang memerlukan asuransi jiwa.  Yang memerlukan asuransi jiwa adalah mereka yang sudah memiliki tanggungan.  Tanggungan adalah orang yang bergantung sepenuhnya secara ekonomi kepada tulang punggung keluarga, misalnya istri yang tidak bekerja/tidak memiliki penghasilan, anak, orangtua yang tidak memiliki dana pensiun.  Penting bagi seorang ayah untuk memiliki asuransi jiwa jika istrinya tidak bekerja/tidak memiliki penghasilan.  Namun seseorang yang belum berkeluarga dan tidak memiliki tanggungan tidak memerlukan asuransi jiwa.

3.  Hitung kebutuhan asuransi kesehatan/jiwa dengan seksama.  Perlindungan asuransi akan maksimal jika angka perlindungannya sesuai kebutuhan.  Demikian juga UP (uang pertanggungan) asuransi jiwa.  Bisa jadi angka yang saat ini berada di polis yang Anda miliki saat ini Anda anggap besar, namun ternyata masih kurang dari kebutuhan.  Angka perlindungan yang sesuai kebutuhan dapat dihitung dengan bantuan perencana keuangan independen.  Hubungi perencana keuangan independen (independen: tidak menjual produk keuangan apapun, termasuk tidak menjual produk asuransi) atau ikuti kelas-kelas merencanakan keuangan agar mendapatkan angka yang sesuai.

3.  Jika sudah mengetahui kebutuhan dan kondisi saat ini, selanjutnya cek produk-produk asuransi dari beberapa perusahaan.  Pilihlah perusahaan besar yang bonafid dan memiliki track record bagus dalam pembayaran klaim.  Mintalah ilustrasi dari beberapa agen asuransi yang berbeda untuk membandingkan.  Jangan takut untuk meminta ilustrasi, karena itu adalah hak kita sebagai calon nasabah mereka.  Mintalah juga contoh polis sehingga kita mendapat informasi dengan jelas apa saja yang dicover, apa saja yang tidak.  Bacalah dengan seksama dan tanyalah apabila ada yang kurang jelas.  Bertanggungjawablah terhadap uang yang akan kita keluarkan untuk membayar premi nantinya.

Carilah agen yang menguasai produknya dan dapat memberikan informasi dengan jelas dan senang hati serta mudah dikontak, karena ini yang akan menjadi kunci apabila suatu saat kita perlu mengklaim asuransi tersebut.  Jika Anda memilih untuk menggunakan  jasa perencana keuangan, mereka dapat merekomendasikan beberapa produk beserta agen asuransi sehingga Anda tidak perlu repot-repot mencari produk dan agen.

4.  Pastikan premi asuransi yang dipilih tidak memberatkan keuangan bulanan atau tahunan.  Dalam mengatur keuangan keluarga atau pribadi, premi asuransi dapat berkisar 10-15% dari penghasilan bulanan.

Asuransi sebagai proteksi adalah salah satu pilar perencanaan keuangan.  Percuma memiliki aset banyak yang bisa habis jika ada resiko tanpa usaha melindungi dari resikonya.  Ingat bahwa asuransi adalah proteksi terhadap resiko, bukan sarana menabung apalagi investasi.  Baca juga artikel kesalahan terbesar membeli asuransi.

 

gambar thumbnails dari sini

By | 2014-01-18T15:12:48+00:00 January 18th, 2014|Categories: Asuransi|0 Comments

About the Author:

Annissa Sagita yang akrab dipanggil nengNisye saat ini adalah Perencana Keuangan/Associate Financial Advisor di Aidil Akbar Madjid & Associates (AAM & Associates). Meraih gelar S1 Teknik Elektro di Universitas Brawijaya, kini menemukan passionnya di bidang financial planning. Selain aktif menangani klien, mengajar kelas perencanaan keuangan dan menjadi narasumber di media, hobi menulisnya pun dituangkan melalui web ini.

Leave A Comment

This Is A Custom Widget

This Sliding Bar can be switched on or off in theme options, and can take any widget you throw at it or even fill it with your custom HTML Code. Its perfect for grabbing the attention of your viewers. Choose between 1, 2, 3 or 4 columns, set the background color, widget divider color, activate transparency, a top border or fully disable it on desktop and mobile.

This Is A Custom Widget

This Sliding Bar can be switched on or off in theme options, and can take any widget you throw at it or even fill it with your custom HTML Code. Its perfect for grabbing the attention of your viewers. Choose between 1, 2, 3 or 4 columns, set the background color, widget divider color, activate transparency, a top border or fully disable it on desktop and mobile.