Cara Berinvestasi Reksadana

///Cara Berinvestasi Reksadana

Cara Berinvestasi Reksadana

Di artikel lalu sudah dibahas apa itu reksadana, jenis-jenis reksadana dan keuntungan berinvestasi di reksadana.  Setelah mengetahui reksadana apa yang cocok, kini saatnya melakukan action: membeli reksadana.

 

Sebelum berinvestasi di reksadana, kita harus mengetahui berapa dana yang dibutuhkan.  Apakah mahal?  Tidak juga, berinvestasi reksadana hanya membutuhkan minimal Rp 100.000 saja!  Sekarang coba bayangkan jika Anda diberikan uang Rp 100.000 dan harus habis dalam 1 jam, akan digunakan untuk apa?  Nonton bioskop, hang out di cafe, atau bahkan habis untuk membayar parkir/tol/ongkos taksi menuju mall?  Begitu mudah menghabiskan Rp 100.000 untuk hiburan, namun sangat sulit untuk menabung atau berinvestasi, benar? Anda gunakan untuk apapun uang Rp 100.000 itu, berinvestasi/hiburan, toh tetap akan habis juga.  Maka mengapa tidak digunakan untuk memulai berinvestasi di reksadana? 🙂

 

Bagaimana cara investasi di reksadana?  Langkah pertama:

 

Sesuai dengan Keputusan Ketua BAPEPAM-LK Nomor KEP-476/BL/2009 tentang Prinsip Mengenal Nasabah oleh Penyedia Jasa Keuangan di Bidang Pasar Modal: “Sebelum Penyedia Jasa Keuangan di bidang Pasar Modal menerima suatu Pihak menjadi Nasabah yang berinvestasi di Pasar Modal, baik melalui atau tanpa melalui pembukaan rekening Efek, Penyedia Jasa Keuangan di bidang Pasar Modal wajib melakukan pertemuan langsung (face to face) dengan calon Nasabah”.

 

Berinvestasi reksadana untuk pertama kalinya, atau berinvestasi di jenis dan nama produk reksadana yang berbeda, harus melalui tatap muka, yang artinya kita sebagai calon investor harus datang ke MI (manajer investasi) atau agen penjual reksadana (bank).  Pilihan MI yang terdaftar di BAPEPAM-LK dapat dilihat di situsnya di sini.  Ada beberapa MI yang pembelian reksadananya dapat dilakukan di kantor/cabang MI tersebut, namun ada juga MI yang memilih untuk menjual reksadananya di agen penjual/bank sehingga investor dapat langsung ke bank terdekat.

Bank apa saja yang menjual reksadana?  Ada banyak bank yang menjual reksadana, listnya dapat dilihat di list BAPEPAM di sini.  Tidak harus datang ke kantor pusat bank tersebut tapi berdasarkan pengalaman, sebaiknya pilih kantor cabang yang agak besar.  Meskipun bank tersebut adalah agen penjual reksadana, belum tentu customer service di seluruh cabang mengerti tentang prosedur pembelian reksadana.  Reksadana yang dijual di masing-masing bank juga berbeda-beda.  Bisa jadi reksadana yang Anda inginkan tidak dijual di bank terdekat dengan kantor/tempat tinggal Anda.  

Datang ke bank tersebut dan temui customer servicenya.  Katakan bahwa Anda ingin membuka/membeli reksadana.  Sebaiknya Anda sudah mengetahui reksadana dari MI mana, jenis apa, dan nama reksadana yang akan dibeli.  Jika tidak, besar kemungkinan customer service akan coba menawarkan reksadana lain (jangan lupa mereka juga punya target penjualan/mendapat fee dari produk yang mereka jual) atau bahkan akan coba menawarkan Anda asuransi.  Jangan goyah!  Tujuan Anda adalah untuk berinvestasi reksadana.

Selanjutnya Anda akan diminta mengisi berlembar-lembar formulir, diantaranya formulir pembukaan, formulir profil resiko, pernyataan bahwa telah mengerti produk dan telah membaca prospektus (biasanya bank/MI menyediakan prospektus yang dapat dibawa pulang), dan formulir autoinvest (jika bank memiliki fasilitas tersebut dan jika Anda ingin berinvestasi rutin tanpa repot).  Ada juga bank yang menyediakan fasilitas pembelian selanjutnya secara online, maka Anda harus meminta juga fasilitas internet banking.

Setelah pengisian formulir beres, Anda akan diminta mentransfer dana sejumlah syarat minimal pembukaan.  Tiap reksadana berbeda-beda jumlah pembelian awalnya, ada yang Rp 100ribu, Rp 250ribu, ada yang Rp 1juta bahkan Rp 10juta.   Semua tergantung dari reksadana yang Anda pilih.  Syarat minimal pembelian awal reksadana ini terdapat di fund fact sheet. (Catatan: penjelasan mengenai fund fact sheet dan prospektus dapat dibaca di artikel ini).

Nomor rekening tujuan Anda mentransfer dana adalah rekening atas nama reksadana, bukan atas nama perusahaan MI ataupun atas nama perorangan.  Waspada jika Anda diminta transfer ke rekening atas nama perorangan atau PT yang mengaku manajer investasi.

Kirimkan konfirmasi transfer via email atau sesuai instruksi pada saat mengisi form pembelian.  Selanjutnya Anda akan menerima laporan perkembangan dana Anda tiap bulan melalui statement yang dikirimkan ke alamat Anda.  Simpan statement tersebut karena itu adalah bukti kepemilikan reksadana Anda.

Mudah bukan?  Selamat berinvestasi reksadana!

By | 2014-01-21T10:02:14+00:00 January 21st, 2014|Categories: Cara Investasi, Reksadana|0 Comments

About the Author:

Annissa Sagita yang akrab dipanggil nengNisye saat ini adalah Perencana Keuangan/Associate Financial Advisor di Aidil Akbar Madjid & Associates (AAM & Associates). Meraih gelar S1 Teknik Elektro di Universitas Brawijaya, kini menemukan passionnya di bidang financial planning. Selain aktif menangani klien, mengajar kelas perencanaan keuangan dan menjadi narasumber di media, hobi menulisnya pun dituangkan melalui web ini.

Leave A Comment

This Is A Custom Widget

This Sliding Bar can be switched on or off in theme options, and can take any widget you throw at it or even fill it with your custom HTML Code. Its perfect for grabbing the attention of your viewers. Choose between 1, 2, 3 or 4 columns, set the background color, widget divider color, activate transparency, a top border or fully disable it on desktop and mobile.

This Is A Custom Widget

This Sliding Bar can be switched on or off in theme options, and can take any widget you throw at it or even fill it with your custom HTML Code. Its perfect for grabbing the attention of your viewers. Choose between 1, 2, 3 or 4 columns, set the background color, widget divider color, activate transparency, a top border or fully disable it on desktop and mobile.