5 Alasan Kenapa Anda Harus Siapkan Pensiun Sekarang! (2)

/, Keuangan Pribadi/5 Alasan Kenapa Anda Harus Siapkan Pensiun Sekarang! (2)

5 Alasan Kenapa Anda Harus Siapkan Pensiun Sekarang! (2)

Sudah terkaget-kaget melihat angka di artikel pertama di sini? Yuk sekarang kita lanjutkan alasan kenapa kamu harus siapkan pensiun mulai sekarang.

3.  Biaya kesehatan

Sadar atau ngga, biaya kesehatan akan meningkat setelah pensiun. Jangankan nunggu umur pensiun (55 tahun ke atas), coba liat kanan-kiri. Udah ada belum teman2 seumuran yang kena kolesterol, asam urat, dan penyakit-penyakit lain yang dulu dicap sebagai “penyakit tua”? 😀 Jadi, ngga heran ya kalau nanti di umur 55 tahun ke atas, biaya kesehatan bisa melonjak tinggi. Meskipun kita jaga kesehatan, pasti kondisi tubuh tetap akan menurun, dan mungkin akan butuh obat-obatan untuk menunjang aktivitas. Selain itu, medical check up akan dilakukan lebih sering.

4. Jumlah anak per keluarga menurun

Akrab dengan istilah banyak anak banyak rejeki? Jaman dulu dimana nenek moyang kita pekerjaannya adalah bertani, punya banyak anak berarti banyak yang bantuin garap lahan. Semakin luas lahan yang bisa digarap, semakin banyak pula hasil tani yang bisa dinikmati. Makanya timbullah pepatah tersebut: banyak anak banyak rejeki.

Yah, itu ngga berlaku lagi sekarang kan? Coba lihat, berapa bersaudarakah orangtua kita? Yang bude-pakde-om-tante-nya lebih dari 4 angkat tangan! Bahkan ada yang sampai 10-11 bersaudara atau lebih. Generasi kita, bersaudara mungkin 2-4. Lebih dari itu, nekat atau kebobolan? 😀 Generasi kita punya anak, 1-3 anak cukup. Dulu sempat ada slogan 2 anak cukup, yang saat ini sudah ngga ada lagi. Sepertinya perlu digalakkan lagi, tapi dengan mahalnya biaya pendidikan dan mahalnya biaya perawatan anak, sudah banyak yang membatasi jumlah anak bahkan komunitas childfree sudah mulai bermunculan.

Imbasnya apa pensiun dengan jumlah anak yang semakin menurun? Kita ngga bisa lagi menggantungkan hidup setelah pensiun ke anak-anak kita. Jumlah anak yang semakin sedikit, inflasi yang akan semakin menanjak di masa depan, menyebabkan kehidupan anak kita nantiknya bisa jadi lebih sulit dan lebih menantang. Jika untuk hidupnya sendiri saja dia perlu bekerja keras, masihkah kita tega untuk membebani hidupnya?

5. Pernah cuti/libur sebulan? Gimana rasanya?

Cuti dari aktivitas bekerja sehari-hari tentu menyenangkan. Cuti seminggu, enak banget! Bisa planning jalan-jalan/travelling lalu masih bisa sisain satu-dua hari istirahat di rumah, baru balik kerja. Kalau cutinya sebulan? Pasti nggak mungkin setiap hari di rumah aja. Bosen dong. Minimal seminggu sekali lah keluar rumah.

Sekarang bayangkan cuti seterusnya tanpa batas waktu, tanpa dibayar.. Mau ambil uang dari mana untuk transport, makan di luar, hiburan lainnya? Kalau masih gajian/punya penghasilan sih nggak pusing ya, mau jalan ya jalan aja toh tanggal gajian masih menanti. Nah lain halnya dengan pensiun. Udah ngga ada yang mau “membayar” kita, perusahaan sudah memberhentikan kita.

“Tapi kan ada uang pensiun Nis!”

Pertanyaan saya, cukup nggak uang pensiun kita nanti untuk membiayai kehidupan pensiun sampai kita meninggal? Saat pensiun nanti, kita akan berhenti bekerja dengan gaya hidup yang bisa jadi cukup tinggi, karena usia 40-50 kita akan mencapai puncak karier. Ketika gaya hidup sudah tinggi, akan sulit untuk menurunkannya.  Jika setelah menerima uang pesangon gaya hidup tetap tinggi, bisa-bisa uang pensiun habis sebelum waktunya (baca: meninggal!). Padahal keinginan kita justru saat pensiun bisa dinikmati dengan tenang termasuk ngga pusing soal biaya hidup, ya kan?

Di artikel sebelumnya sudah disebutkan, untuk pensiun bisa butuh total dana Rp 22-34 miliar. Jika dari perusahaan tempat bekerja sudah ada dana pensiun namun besarnya kurang dari yang dibutuhkan, maka tidak ada pilihan lain, harus mulai berinvestasi sendiri untuk pensiun.

Gimana, sudah cukup alasan kenapa kamu harus siapkan dana untuk pensiun sekarang? Yuk mulai berinvestasi.

By | 2018-03-07T13:47:32+00:00 March 7th, 2018|Categories: Keuangan Keluarga, Keuangan Pribadi|0 Comments

About the Author:

Annissa Sagita yang akrab dipanggil nengNisye saat ini adalah Perencana Keuangan/Associate Financial Advisor di Aidil Akbar Madjid & Associates (AAM & Associates). Meraih gelar S1 Teknik Elektro di Universitas Brawijaya, kini menemukan passionnya di bidang financial planning. Selain aktif menangani klien, mengajar kelas perencanaan keuangan dan menjadi narasumber di media, hobi menulisnya pun dituangkan melalui web ini.

Leave A Comment

This Is A Custom Widget

This Sliding Bar can be switched on or off in theme options, and can take any widget you throw at it or even fill it with your custom HTML Code. Its perfect for grabbing the attention of your viewers. Choose between 1, 2, 3 or 4 columns, set the background color, widget divider color, activate transparency, a top border or fully disable it on desktop and mobile.

This Is A Custom Widget

This Sliding Bar can be switched on or off in theme options, and can take any widget you throw at it or even fill it with your custom HTML Code. Its perfect for grabbing the attention of your viewers. Choose between 1, 2, 3 or 4 columns, set the background color, widget divider color, activate transparency, a top border or fully disable it on desktop and mobile.